Secret Admirer


Haii semuaa…😀

Kali ini aku mau share sebuah cerpen buatanku sendiri.. aslii lhoo bukan “copas” !!

Dan cerpen ini diangkat dari “true story“..  kisah pribadi gitu loh #ups

yaudah,, daripada kebanyakan bacot, yuk dehh cekidott ~~

                                                       

Entah sudah berapa kali aku menyukai atau mengagumi seseorang.Namun, tak pernah aku merasakan sesuatu yang berbeda saat mengagumi seorang laki-laki.Karena sebelumnya, aku merasa pasti mampu untuk menyembunyikan perasaan canggung atau malu saat bertemu atau berbicara dengan laki-laki yang aku kagumi.Dan aku selalu berhasil membuat laki-laki yang aku sukai juga menyukaiku yang pada akhirnya kami menjadi sepasang kekasih.Namun kali ini sangat di luar dugaan dan kemampuanku. Dan semua berawal dari sebuah ketidaksengajaan….

Saat itu aku baru saja diterima di salah satu SMA Negeri favorit di daerahku dan sedang menjalani Masa Orientasi Siswa (MOS).Aku dan beberapa temanku sedang bersusah payah mencari tanda tangan guru-guru dan juga kakak-kakak OSIS.Saat sedang berdesak-desakan, tiba-tiba ada yang menyenggolku sehingga pulpenku terjatuh.Aku pun bersusah payah memungut pulpenku.Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mengambilkan pulpenku yang terjatuh.Tak sengaja tanganku dan tangannya saling bersentuhan saat bersama-sama mengambil pulpenku.Kami pun saling pandang sejenak.Kemudian seulas senyum pun menghiasi bibir laki-laki manis itu.Karena terkejut, aku pun gelagapan dan tak sempat membalas senyumnya.Lalu aku hanya mampu berkata, “Emm…terima kasih, ya.”Namun dia hanya tersenyum lagi dalam diam.Dia pun pergi dengan menyisakan sejuta tanya dalam hatiku.Oh…manis sekali dia…Siapa ya namanya??, pikir batinku.Karena senangnya, aku pun tak sadar senyum-senyum sendiri.Tentu saja temanku memperhatikan kelakuanku yang tiba-tiba jadi aneh begitu.

“Hei..!!!Kok senyum-senyum sendiri sih?Udah mulai pengen masuk RSJ ya??” tanya Rani sambil menepuk pundakku.

”Eh, mau buat aku cepet jantungan ya?!Hehe…gak ada kenapa-kenapa kok!” jawabku.

”Hm…bohong nih!!Naksir ya sama cowok tadi??” tebak Rani.

”Kok tau sih, Ran?” tanyaku.

”Yaiyalah….mata Davina tuh gak bisa bohong tauu…!!”sahut Rani padaku.

”Hehee…tau aja deh kamu.By the way, siapa sih namanya, Ran?Penasaran aku..”

“Rani gitu loh..!!Pasti tau lah!!!Namanya kalo gak salah Risky.Manis kan orangnya?”

“Ooohhh….Hehe…ya Ran.Apalagi pas dia senyum tadi ke aku, uhh….bikin aku salah tingkah, Ran!!”

“Ya..ya.. tapi gak usah lebay gitu ‘ah!!Emang bener ya kata orang, kalo orang udah jatuh cinta gak inget apa..Kecebur di got yang penuh air comberan pun bilang gak apa-apa…Ckckckck…”

Aku pun hanya mengulum senyum.

Hari demi hari pun berlalu.Hampir tiap hari, entah sudah berapa kali aku bermimpi tentang Risky.Dan tiap ada kesempatan, aku selalu mencuri-curi pandang terhadap Risky.Aku sering berkhayal tentang dia sampai-sampai aku jadi senyum-senyum sendiri di dalam kamarku.Untung tidak ada yang melihatku saat itu.Kalau sampai ada yang melihat, entah seberapa beratnya aku menanggung beban karena malu.

Hingga suatu hari, sebulan sebelum Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang, aku bertekad untuk memberikan sesuatu yang istimewa kepada Risky.Yang ku buat dengan sepenuh hati dan segenap cintaku padanya…Aku pun kembali berandai-andai kalau aku dan dia sudah saling kenal dan sangat akrab.Betapa bahagianya hatiku saat itu, pikir batinku.Sambil menyelam minum air.Sambil ku belajar dan melewati hari-hariku, aku terus memikirkan kado Valentine apa yang akan ku berikan untuk Risky.Walaupun Risky belum mengenalku, namun aku tetap bertekad untuk memberinya sebuah kado Valentine.

Hari pun tak terasa cepat berlalu.Hingga seminggu sebelum Valentine, aku telah menemukan kado yang cocok untuk ku berikan kepada Risky.Sebuah lilin cinta dalam gelas kecil yang akan ku buat sendiri.Memang saat itu, aku dan beberapa temanku sedang menjalani bisnis lilin cinta dalam rangka menyambut Hari Valentine.Ternyata, lumayan banyak yang tertarik dengan lilin cinta yang kami tawarkan.Dengan penuh kegigihan, kami berusaha membuat pesanan-pesanan lilin cinta tersebut.Aku pun sudah merancang tulisan apa yang akan ku tuliskan dalam gelas kecil yang akan  menjadi sebuah lilin cintaku.Namun, mungkin sudah ditakdirkan bahwa aku tidak jadi memberikan Risky sebuah lilin cinta.Sehari sebelum Hari Valentine, aku tidak enak badan dan aku terpaksa tidak ikut teman-temanku untuk membuat lilin cinta pribadi untuk kami sendiri.Padahal, dua hari sebelumnya aku dan ketiga temanku sudah membeli pernak-pernik untuk kado Valentine yang akan kami  berikan kepada orang yang kami sayangi.Dan aku menitipkan sebuah tas kecil untuk kado tersebut pada temanku yang rumahnya dekat sekolah.Alasannya tentu saja selain agar tetap rapi, juga agar ibuku atau adikku tidak mengetahuinya.Hehehe….

Aku pun tak patah semangat.Kemudian aku membuat sebuah kartu ucapan berbentuk hati.Beberapa jam ku habiskan untuk membuat kartu ucapan tersebut.Karena dibuat dengan penuh cinta, sehingga menghabiskan waktu yang tak sebentar.Hasilnya pun tak kalah dengan kartu-kartu ucapan yang dijual di toko-toko.Kemudian aku bergegas keluar untuk membeli sebatang coklat dan membungkusnya dengan kertas kado serta pita berwarna merah muda.Setelah selesai menghias kadonya, aku menyimpannya dengan sangat hati-hati di dalam laci pribadiku.Aku kembali berkhayal betapa terkejutnya Risky mendapat sebuah kado Valentine dari pengagum rahasianya.

Esok harinya, tepat saat Hari Valentine, aku sudah menyiapkan kado tersebut dalam tasku dan kemudian aku berangkat ke sekolah.Sampai di kelas, aku langsung meminta titipanku pada temanku dan langsung memasukkan kado Valentine ke dalam tas kecil tersebut.Sebelumnya, aku sudah berencana bahwa kado tersebut akan aku titipkan pada temanku yang akrab dengan Risky, dan kemudian temanku memberikan kado itu padanya.

Tepat saat bel istirahat kedua berbunyi, tiga orang temanku langsung menuju kelas Risky dan memberikan kado tersebut.Setelah mereka kembali ke kelas, aku langsung bertanya,

“Eh, eh…. Gimana-gimana??Ngomong apa aja dia?Kaget gak dia?”

“Satu-satu tau kalo nanya tuh..!!!” sahut Vira gemas.

”Ya, nih…kayak gak ada remnya aja!!”sahut Ninda.

”Hehehe….makanya cepet donk kasi tauu…Tega amat kalian ama temen sendiri!!”kataku penuh semangat.

”Ya..Ya…kita kasi tau.Tadi tuh pas kita kasi ke dia, dia langsung kaget.Trus dia nanya, siapa nih yang ngasi?Trus, aku bilang, ada deh pokoknya someone.Trus dia nanya lagi, siapa sih??Temennya kalian ya?Aku jawab, gak kok bukan…ada pokonya cewek.Trus dia nanya lagi, anak kelas 1 juga ya??Nih malah Ninda bilangnya ,ya!Trus aku ralat, eh bukan-bukan pokoknya ada deh…sekolah di sini juga kok.Dia jawab, oh..ya..ya..bilangin ya makasi.Trus aku jawab, ya..ya.Abis tuh kita get out dari sana.” jelas Windi panjang lebar.

”Perasaan dari tadi kebanyakan kata trus-trusnya deh, Win!!” tukas Ninda.

”Ya nih…gak ada kata lain apa yang bagusan!!” sahut Vira membenarkan.

”Iiihhh…biarin!!” jawab Windi.

”Udah-udah..So..,penasaran ya dia??Hehe…makasi banget ya teman-temanku yang paling baik…” kataku.

“Yo’ah sama-sama” jawab mereka bertiga hampir berbarengan.

Aku terus terngiang-ngiang tentang cerita Windi itu.Berarti misiku berhasil..,pikirku.Hari demi hari ku lalui dengan penuh semangat.Dan terus saja ada kabar mengenai Risky yang katanya semakin hari semakin penasaran dengan siapa pengirim kado Valentine itu.Sampai pada suatu hari, rahasia sedikit terkuak.Risky mulai bisa menerka-nerka siapa pengirim kado itu.

“What…??!!!Kok bisa, Nin??” tanyaku histeris saat Ninda memberitahu kabar tentang Risky itu.

”Nah…tuh dah aku juga gak tau.Dianya yang nebak-nebak sendiri, kok.” sahut Ninda tenang.

”Gimana ceritanya sih, Nin?” tanyaku lagi.Ninda pun mulai bercerita.

”Gini loh…Kan waktu pulang sekolah, aku bareng ama dia keluar sekolahnya.Trus, dia sendiri yang ngomong kalo dia kayaknya udah tau siapa pengirim kado itu.Katanya, dia nebak-nebak pasti inisial namanya ‘D’.Trus aku tanya, kok bisa tau?Dia jawab, ya soalnya cewek tuh sering liatin aku.Aku cuma jawab, oh… aja.”

“Waduhhh…..gawat nih Nin!!Aku mesti gimana nih??” tanyaku histeris lagi.

”Ya…saranku sih pura-pura gak tau aja.” jawab Ninda.

”Tapi Nin….mataku gak bisa bohong tauu…!!”

“Ya juga sih…matamu kan terkenal gak bisa bohong, Vin.Hehe….”

“Trus aku mesti gimana donk Nin?”

“Ya…aku juga gak tau lagi.Tapi aku yakin, Risky pasti bakalan terus cari-cari tau siapa pengirim kado itu, Vin”

Aku tertegun sesaat.Aku mengira Risky tidak akan sampai penasaran seperti itu.Dalam waktu singkat, dia sudah bisa menebak-nebak siapa pengirimnya.Hm…hebat juga tuh cowok, pikir batinku. 

Esok harinya, aku mendengar kabar bahwa ada juga seorang gadis yang mengirim kado Valentine pada Risky.Memang sejak dari dulu aku sudah tahu bahwa gadis itu juga suka kepada Risky.Ya…tak heran bila banyak yang menyukai Risky yang terkenal dengan lesung pipitnya yang membuatnya terlihat sangat manis,postur tubuhnya yang tinggi dan tegap,kulitnya sawo matang,bibirnya yang merah dan tipis,juga gayanya yang memang selalu membuat setiap gadis yang melihat akan terbuai oleh pesonanya.Namun, bukan itu yang ku khawatirkan.Gadis yang juga suka kepada Risky, telah lama akrab dengan Risky.Sedangkan aku…Risky tak mengenalku.Berarti, tak sedikit ada harapan bagi gadis itu untuk mendapatkan hati Risky.Dengan bermodal kulit kuning langsat, wajah oval, rambut bergelombang dibiarkan tergerai menutupi bahunya, tubuh tinggi semampai, dan paras yang terbilang cantik lumayan mengundang perhatian para lelaki.Apalagi, Risky sedang tidak ada yang memiliki, dan Risky sendiri sudah sejak lama tahu bahwa gadis itu menyukainya.Oh….hatiku langsung rapuh….Tak menutup kemungkinan bahwa bisa saja Risky juga menyukai gadis itu.

Malam harinya, di bawah selimut tebal, air mataku tumpah membasahi baju dan selimutku.Meskipun aku juga tidak yakin terhadap dugaanku, tapi setidaknya gadis itu unggul selangkah dariku.Entah ini salahku atau bukan.Sejak dulu aku tidak punya keberanian untuk mendekati Risky, apalagi menyatakan cintaku padanya.Dan semakin hari ku lihat gadis itu semakin akrab dengan Risky.Dan dugaan burukku pun terjadi.Selang beberapa hari kemudian, Risky dan gadis itu sudah menjadi sepasang kekasih…

Kemudian aku bertekad untuk mengubur dalam-dalam harapanku terhadap Risky.Namun, jika suatu hari Tuhan mengizinkan aku bersama dengannya, aku pun juga tak akan menolak.Dan aku  sadar bahwa cinta tak boleh dipaksakan.Meskipun aku tidak tahu entah kapan Risky akan mengenalku, aku akan tetap menjadi pengagum rahasianya…Dan untuk saat ini, ku biarkan Risky hanya ada dalam bunga tidurku.Serta menjadi penyemangat hidupku, dalam menjalani aktivitasku dan segala rintangan yang akan menghadang.

~ THE END ~

gimana ceritanya ?? sad-ending kan ??😦

yahh..begitulah nasib.. terkadang hidup tak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan ~

but, don’t give up !! hidup masih terus berlanjut meskipun saat ini kita sedang mengalami peristiwa yang paling buruk sekalipun..

~keep smile🙂😀

#yang mau komen silahkan2🙂

jangan lupa beri komentar kawan ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s