Tanaman Tunjang Langit


KLASIFIKASI TUNJANG LANGIT

 

  • Kingdom            : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom     : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
  • Super Divisi      : Spermatophyta (Menghasilkan  Biji)
  • Divisi                 : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
  • Kelas                  : Magnoliopsida  (Berkeping  dua/dikotil)
  • Sub Kelas          : Rosidae
  • Ordo                   : Apiales
  • Famili                : Araliaceae
  • Genus                : Schefflera
  • Spesies               : Schefflera Sp.

DISKRIPSI TUNJANG LANGIT

AKAR :

Struktur akar tumbuhan Tunjang Langit:
Tumbuhan ini termasuk ke dalam kelas magnoliopsida yakni tumbuhan yang memiliki 2 keping biji atau yang sering disebut dengan tumbuhan dikotil, jadi tumbuhan ini memiliki akar tunggang yang pada umumnya dimiliki oleh tumbuhan dikotil yakni akar yang panjang yang berguna untuk menjangkau sumber air yang letaknya jauh di dalam tanah.

 

BATANG :

Pada umumnya struktur batang tumbuhan tunjang langit ini sama pada semua jenis tumbuhan yang memasuki kelas tumbuhan berkeping 2 atau dikotil. Pada struktur luar terdapat tangkai-tangkai daun yang terdiri dari 5-9 daun pada setiap tangkainya. Sehingga menyebabkan tumbuhan ini menyerupai payung. Pada struktur  dalamnya terdiri dari lapisan epidermis, korteks, endodermis , jaringan pengangkut yakni xilem & floem, kambium & stele/ silinder pusat.

 

 

DAUN :

Tumbuhan ini sering disebut sebagai dwarf umbrella tree karena bentuk daunnya menyerupai payung dengan helaian daun 5-9 lembar. Daun-daunnya yang tumbuh berbentuk jari tangan pada batang utama. Daun tunjang langit berukuran tebal, berwarna hijau atau variegata dan mengkilap. Bentuk daunnya ada yang bergelombang, ramping, lonjong, runcing atau menyerupai daun ubi kayu.

BUNGA:

Pada umumnya bunga dari tumbuhan ini memiliki tangkai yang tumbuh dan pada setiap tangkai akan dikelilingi oleh bunga yang mekar maupun kuncup. Bunga dari tumbuhan ini tergolong dalam bunga lengkap dan sempurna karena memiliki  2 alat kelamin dan memiliki bagian-bagian bunga yang lengkap.

 

 

 

BUAH/BIJI :

Tumbuhan tunjang langit tergolong dalam kelas magnoliopsida (berkeping dua) berkembangbiak dengan dua cara, yakni generatif dan vegetatif. Generatif dengan cara menghasilkan bunga, setelah mengalami pross penyerbukan maka bunga akan menghasilkan buah yang di dalamnya terdapat bakal biji yang akan berkembang menjadi biji yang dilindungi oleh dinding bakal buah. Karena tumbuhan ini tergolong kelas magnoliopsida struktur biji tumbuhan
ini menyerupai biji jeruk dengan memiliki dua keping pada biji tersebut. Buah tumbuhan ini memiliki struktur yang unik karena berbentuk seperti buah anggur atau beri namun ukurannya relatif lebih kecil

 

HABITAT :

Habitat pada umumnya ditemukan pada tebing-tebing  batu yang terdapat pada daerah tropis dan subtropis dimana tumbuhan ini ditemukan menempel dengan menggunakan akarnya. Pada tempat-tempat di Indonesia juga sering di temukan tanaman ini. Namun tumbuhan ini bisa tumbuh di pinggir jalan atau halaman rumah.

HABITUS:

Tumbuhan tunjang langit merupakan tumbuhan yang memiliki kebiasaan menyerap gas-gas berbahaya, polutan dan beberapa unsur-unsur senyawa kimia berbahaya dalam udara sehingga menyebabkan udara bersih dan segar. Oleh karena itu tumbuhan ini dijuluki hawaian elf .

REPRODUKSI:

Pada umumnya tumbuhan ini menghasilkan bunga yang pada akhirnya akan mengalami penyerbukan dan  menghasilkan biji, ini merupakan salah satu cara perkembangbiakan / reproduksi secara generatif/ seksual. Namun disamping itu karena tumbuhan ini tergolong ke dalam tumbuhan berkeping 2/ dikotil maka tumbuhan ini juga dapat dikembangbiakan dengan bantuan manusia yakni dengan cara di setek batang, kultur jaringan dll, ini merupakan cara perkembangbiakan secara aseksual/ vegetatif.

PERSEBARAN:

Persebaran tunjang langit ini banyak terdapat pada daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Persebarannya di daerah Bali yaitu dominan di wilayah Gianyar.

 

MANFAAT TUNJANG LANGIT BAGI MANUSIA DAN LINGKUNGAN

  • Secara tidak langsung tumbuhan ini membersihkan udara sekitar dari bermacam-macam polutan, gas-gas berbahaya, senyawa-senyawa kimia berbahaya dalam udara.
  • Sebagai sarana upacara bagi umat Hindu yakni pada saat mecaru di hari-hari besar keagamaan.
  • Sebagai perindang dan peneduh
  • Sebagai tanaman hias karena memiliki keunikan daun yang berbentuk menyerupai payung
  • Tumbuhan ini bagi umat Hindu dipercayai dapat menolak bala/hal yang berhubungan dengan magic.

STATUS TANAMAN (LANGKA/TIDAK LANGKA)

Tumbuhan ini tergolong tumbuhan langka dan dilindungi yakni apendix karena pada zaman sekarang banyak diburu sebagai tanaman hias yang bermanfaat menyerap polutan dan gas-gas berbahaya dalam udara.

jangan lupa beri komentar kawan ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s