Candi Borobudur


candi borobudur            Banyak buku – buku sejarah yang menuliskan tentang Candi Borobudur akan tetapi kapan Candi Borobudur itu didirikan tidaklah dapat di ketahui secara pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli dari Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga) menunjukan huruf sejenis dengan yang didapatkan dari prasati di akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9 dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.

Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah jawa tengah pada khususnya periode antara abad ke-8 dan pertengahan abad ke-9 di terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra kejayaan ini di tandai di bangunnya sejumlah besar candi yang di lereng-lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran-dataran adalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu. Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di bangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjunjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.

Candi Borobudur di bangun mengunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 m2. Bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak-undak dengan tangga naik pada ke-4 sisinya ( Utara, selatan, Timur Dan Barat ) pada Candi Borobudur tidak ada ruangan di mana orang tak bisa masuk melainkan bisa naik ke atas saja. Lebar bangunan Candi Borobudur 123 m. Panjang bangunan Candi Borobudur 123 m. Pada sudut yang membelok 113 m. Dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30,5 m. Pada kaki yang asli di di tutup oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 m3 sebagai selasar undaknya. Candi Borobudur merupakan tiruan dari kehidupan pada alam semesta yang terbagi ke dalam tiga bagian besar di antaranya :

a)      Kamadhatu: Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat bahkan di kusai oleh hasrat kemauan dan hawa nafsu, Relief-relief ini terdapat pada bagian kaki candi asli yang menggambarkan adegan-adegan Karmawibangga ialah yang melukiskan hukum sebab akibat.

b)      Rupadhatu: Sama dengan alam semesta antara dunia rupa dalam hal manusia telah meninggalkan segala urusan keduniawian dan meninggalkan hasrat dan kemauan bagian ini terdapat pada lorong satu sampai lorong empat

c)      Arupadhatu: Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa yaitu tempat para dewa bagian ini terdapat pada teras bundar ingkat I, II, dan III beserta stupa induk.

  • Patung, di dalam bangunan Budha terdapat patung-patung Budha berjumlah 504 buah diantaranya sebagai berikut:

Patung Budha yang terdapat pada relung-relung : 432 Buah

Sedangkan pada teras-teras I, II, III berjumlah : 72 Buah

Jumlah : 504 Buah

Agar lebih jelas susunan-susunan patung Budha pada Budha sebagai berikut:
1. Langkah I Terdapat                                          : 104 Patung Budha
2. Langkah II Terdapat                                         : 104 Patung Budha
3. Langkah III Terdapat                                       : 88 Patung Budha
4. Langkah IV Terdapat                                       : 22 Patung Budha
5. Langkah V Terdapat                                         : 64 Patung Budha
6. Teras Bundar I Terdapat                                   : 32 Patung Budha
7. Teras Bundar II Terdapat                                 : 24 Patung Budha
8. Teras Bundar III Terdapat                                : 16  Patung Budha
Jumlah : 504 Patung Budha

Sekilas patung Budha itu tampak serupa semuanya namun sesunguhnya ada juga perbedaannya perbedaan yang sangat jelas dan juga yang membedakan satu sama lainya adalah dalam sikap tangannya yang disebut Mudra dan merupakan ciri khas untuk setiap patung sikap tangan patung Budha di Candi Borobudur. Ada 6 macam, hanya saja oleh karena macam mudra yang di miliki menghadap semua arah (Timur Selatan Barat dan Utara) pada bagian rupadhatu langkah V maupun pada bagian arupadhatu pada umumnya menggambarkan maksud yang sama maka jumlah mudra yang pokok ada 5 kelima mudra itu adalah Bhumispara-Mudra, Wara-Mudra, Dhayana-Mudra, Abhaya-Mudra, Dharma Cakra-Mudra.

  • Patung Singa

Pada Candi Borobudur selain patung Budha juga terdapat patung singa jumlah patung singa seharusnya tidak kurang dari 32 buah akan tetapi bila di hitung sekarang jumlahnya berkurang karena berbagai sebab satu satunya patung singa besar berada pada halaman sisi Barat yang juga menghadap ke barat seolah-olah sedang menjaga bangunan Candi Borobudur yang megah dan anggun.

  • Stupa-Stupa Induk

Berukuran lebih besar dari stupa-stupa lainya dan terletak di tengah -tengah paling atas yang merupakan mhkota dari seluruh monumen bangunan Candi Borobudur, garis tengah Stupa induk ± 9.90 m, puncak yang tertinggi di sebut pinakel / Yasti Cikkara, terletak di atas Padmaganda dan juga trletak di garis Harmika.

 

  • Stupa Berlubang / Terawang

Yang dimaksud stupa berlubang atau terawang ialah Stupa yang terdapat pada teras I, II, III di mana di dalamnya terdapat patung Budha.
Di Candi Borobudur jumlah stupa berlubang seluruhnya 72 Buah, stupa-stupa tersebut berada pada tingkat Arupadhatu

Teras I terdapat                        : 32     Stupa
Teras II terdapat                       : 24     Stupa
Teras III terdapat                     : 16     Stupa
Jumlah   72   Stupa

  • Stupa kecil

Stupa kecil berbentuk hampir sama dengan stupa yang lainya hanya saja perbedaannya yang menojol adalah ukurannya yang lebih kecil dari stupa yang lainya, seolah-olah menjadi hiasan bangunan Candi Borobudur keberadaanstupa ini menempati relung-relung pada langkah ke II saampai langkah ke V sedangkan pada langkah I berupa Keben dan sebagian berupa Stupa kecil jumlah stupa kecil ada 1472 Buah.

  • Relief
    Relief Karmawibhangga bagian yang terlihat sekarang ini tidaklah sebagaimana bangunan aslinya karena alasan teknis maupun yang lainya maka candi di buatkan batu tambahan sebagai penutup Relief Karmawibhanga yang terdapat pada bagian Kamadhatu berjumlah 160 buah pigura yang secara jelas menggambarkan tentang hawa nafsu dan kenikmatan serta akibat perbuatan dosa dan juga hukuman yang di terima tetapi ada juga perbuatan baik serta pahalanya. Yang di perlihatkan pada relief-relief itu antara lain :

    • Gambaran mengenai mulut-mulut yang usil orang yang suka mabuk -mabukan perbuatan-perbuatan lain yang mengakibatkan suatu dosa.
    • Perbuatan terpuji, gambaran mengenai orang yang suka menolong Ziarah ke tempat suci bermurah hati kepada sesama dan lain-lain yang mengakibatkan orang mendapat ketentraman hidup dan dapat pahala.

jangan lupa beri komentar kawan ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s