Diare, Pembunuh Kedua Balita


Tiap orang pasti pernah terkena diare semasa hidupnya. Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan tinja yang lembek dan cair, seringkali disertai kejang perut. Diare tak pernah pandang bulu, baik orang tua maupun muda, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Penyakit ini sering disepelekan, padahal di tingkat global dan nasional, fakta menunjukkan sebaliknya. Menurut catatan WHO, diare membunuh dua juta anak di dunia setiap tahun. Sementara di Indonesia, menurut Surkesnas, diare merupakan salah satu penyebab kematian kedua terbesar pada balita ( bawah lima tahun ).

Diare kerap muncul saat musim pancaroba. Oleh karena itu, jangan anggap remeh penyakit yang satu ini, terutama pada anak. Diare mungkin bukan penyakit parah seperti jantung dan kanker namun, diare pada bayi dan balita sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian karena kekurangan banyak cairan. Bayi dan balita sangat rentan terkena diare. Perkembangan sistem pencernaan dan kekebalan tubuhnya yang belum optimal menyebabkan mereka mudah terserang diare akibat bakteri ataupun virus.

Lain halnya dengan orang dewasa. Diare pada orang dewasa selain karena bakteri, juga dapat disebabkan karena pola makan yang cenderung bersantan dan pedas, serta bisa juga karena stress. Untungnya, daya tahan tubuh orang dewasa lebih kuat dibandingkan anak-anak.

Hal penting yang harus diwaspadai pada penderita diare adalah kemungkinan terjadinya dehidrasi ( kekurangan cairan tubuh ). Cairan dan elektrolit tubuh akan banyak keluar bersama tinja sehingga menyebabkan tubuh kesulitan menjalankan fungsinya. Penanganan diare pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pemberian cairan yang mengandung elektrolit penting memang baik untuk mencegah dehidrasi penderita, tetapi pemberian obat diare yang tak pada tempatnya justru akan berbahaya.

  • Penyebab

Penyebab diare akut ( diare mendadak ) adalah karena virus. Ciri khasnya yaitu berak-berak air ( watery ) , berbusa, tidak ada darah atau lendir, dan berbau asam. Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :

  1. Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga ataupun kontaminasi oleh tangan kotor.
  2. Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukkan jari tangan/ mainan/ apapun ke dalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan di permukaan udara sampai beberapa hari.
  3. Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
  4. Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
  5. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.
  • Pengobatan

Oleh karena penyebab utama diare akut adalah virus, maka tak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi. Diare akut hanya dapat disembuhkan dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman/cairan yang cukup.

Yang perlu diingat, pengobatan ini bukan memberi obat untuk menghentikan diare, karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Dan yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi. Penanganan terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti biasa. Bila sudah disertai muntah, untuk penggantian cairan, Anda dapat memberikan pedialyte ( oralit untuk anak-anak dengan beberapa rasa ). Kurangi konsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak gula. Sel-sel usus yang dirusak oleh virus memerlukan nutrisi untuk pembentukan kembali. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan akan memperpendek masa gejala dari diare ini.

jangan lupa beri komentar kawan ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s