Revolusi Perancis


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan.Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. 

Jadi, revolusi Perancis adalah suatu masa di dalam negara Perancis antara tahun 1789 sampai 1799, dimana para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa gereja khatolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal.

Revolusi Perancis dikatakan sebagai sebuah masa peralihan politik dan sosial dalam sejarah Perancis. Pada saat itu, kaum demokrat dan para pendukung republikanisme bersatu menjatuhkan sistem pemerintahan monarki (kerajaan) absolut, yang dianggap terlalu kaku dan memberikan keistimewaan berlebih pada keluarga kerajaan dan golongan bangsawan. Raja Louis XVI (pemimpin negara saat itu) misalnya, bisa hidup mewah dan menghambur-hamburkan dana kerajaan, sementara sebagian besar rakyatnya hidup miskin. Singkat kata, rakyat menghendaki pemerintahan yang memerhatikan hak-hak mereka. Dalam Revolusi Perancis, mereka menggunakan slogan “Persamaan, Kebebasan, dan Persaudaraan” (Liberte, Egalite, Fraternite). Revolusi Perancis berakhir pada November 1799 dengan dibubarkannya monarki absolut Perancis, yang diganti dengan bentuk negara monarkis terbatas (selanjutnya menjadi republik).

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa sebab-sebab yang melatarbelakangi revolusi Perancis ?
  2. Apa dampak yang ditimbulkan akibat revolusi Perancis ?

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Latar Belakang Lahirnya Revolusi Perancis

Sebelum meletus revolusi, sistem feodalisme di Perancis membagi masyarakat menjadi tiga golongan politik, dimana hak-hak politik dan hak-hak istimewa dapat dimiliki seseorang bergantung dari kedudukannya dalam golongannya tersebut. Ketiga golongan tersebut yaitu :

Golongan I      : golongan bangsawan kaya yang berjumlah sekitar 400.000 orang.

Golongan II    : golongan gereja atau agamawan yang berjumlah sekitar 100.000 yang terdiri dari rahib dan biarawan katolik, pendeta dan uskup.

Golongan III   : meliputi sekitar 99% warga negara Perancis. Golongan ketiga ini pun dibagi lagi menjadi tiga bagian :

(1) golongan menengah (borjuis) seperti ahli hukum, dokter, pedagang, pengusaha dan pemilik pabrik;

(2) kaum buruh dan pekerja, dan;

(3) golongan petani.

Penyebab yang melatarbelakangi revolusi Perancis selain karena beberapa paham, juga dapat dilihat dengan mencermati kondisi politik, ekonomi, maupun sosial dan budaya di Perancis pada abad ke 17, sebelum terjadinya revolusi.

a)      Berkembangnya Paham Rasionalisme dan Aufklarung

Paham-paham itu muncul setelah adanya gerakan renaissance dan humanisme yang menentang kekuasan kaum Gereja di Eropa. Paham ini merupakan paham yang menganggap bahwa pikiran merupakan sumber segala kebenaran, sehingga segala sesuatu yang tidak masuk akal dianggap tidak benar. Tokoh-tokoh rasionalisme dan aufklarung ini di antaranya Denis Diderot, J.d’ Alembert, dan Voltaire.

b)     Munculnya Paham Romantisme

Paham romantisme merupakan paham yang menjunjung tinggi perasaan dan menghargai naluri manusia. Tokoh-tokoh paham romantisme yang banyak berpengaruh dalam revolusi perancis adalah Jean Jacques Rousseau.

c)      Pengaruh Perang Kemerdekaan Amerika (Revolusi Amerika)

Dalam perang Kemerdekaan Amerika (1780), Perancis yang merupakan musuh bebuyutan dari Inggris mengirimkan pasukan untuk membantu Amerika di bawah pimpinan Jenderal Marquis de Lafayette. Amerika telah mengenal paham-paham baru tentang kebebasan dan demokrasi serta Declaration of Independence yang di dalamnya berisi penghargaanya terhadap hak asasi manusia. Sekembalinya dari Amerika, tentara-tentara Perancis membawa pengaruh ‘euphoria’ kebebasan di Perancis. Pemborosan uang negara dilakukan untuk mengadakan pesta-pesta mewah di Istana Versailles oleh Permaisuri Marie Antoinette sehingga ia sering dijuluki Madame Deficit.

d)     Ketidakadilan Politik dan Ekonomi

Kaum bangsawan memegang peranan yang sangat penting dalam bidang politik, sehingga segala sesuatunya ditentukan oleh bangsawan sedangkan raja hanya mengesahkan saja. Ketidakadilan dalam bidang politik dapat dilihat dari pemilihan pegawai-pegawai pemerintah yang berdasarkan keturunan dan bukan berdasarkan profesi atau keahlian. Hal ini menyebabkan administrasi negara menjadi kacau dan berakibat munculnya tindakan korupsi. Ketidakadilan politik lainnya adalah tidak diperkenankannya masyarakat kecil untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan.

e)      Lemahnya Wibawa Raja Perancis

Raja Perancis seperti Louis XV dan XVI menyadari bahwa masalah keuangan negara dapat teratasi bila setiap orang atau golongan membayar pajak. Akan tetapi karena mereka tidak memiliki kewibawaan dalam menindak golongan I dan II, maka golongan tersebut tetap memiliki hak-hak istimewa dan bebas dari pajak.

f)       Munculnya Filsuf-filsuf Pembaharu

Pada pertengahan abad ke-18, di Perancis bermunculan para penulis dan filsuf terkenal. Tulisan-tulisan yang mereka buat banyak menyinggung kelemahan dan kesalahan pemerintah, seperti ketidakadilan sosial, politik dan ekonomi. Adapun tokoh-tokoh pembaharu tersebut di antaranya:

  • Montesquieu, yang menulis buku berjudul Lesprit des Lois (Jiwa Undang-undang) yang menerangkan sejarah undang-undang dan peraturan pemerintah beserta kelebihan dan kelemahannya. Inti dari buku tersebut menerangkan kekuasaan negara yang dibagi ke dalam tiga kekuasaan yakni legislatif, eksekutif dan yudikatif yang dikenal dengan nama Trias Politica.
  • Voltaire, seorang tokoh pembaharu yang bersifat kritis terhadap pemerintah. Ia mengecam peraturan-peraturan negara dan menyatakan bahwa pemerintahan Raja Louis XVI bukanlah sebuah pemerintahan demokratis melainkan pemerintahan otokrasi yang berpusat pada kekuasaan seorang raja. Dalam hal ini raja menjalankan pemerintahan bukan untuk kepentingan rakyat akan tetapi untuk kepentingan pribadi atau golongan.
  • J.J. Rousseau, seorang filsuf yang menaruh perhatian terhadap pelaksanaan kedaulatan dan persamaan rakyat dan menganjurkan agar Perancis melaksanakan sistem pemerintahan demokrasi. Atas idenya tersebut ia dianggap sebagai “Bapak Demokrasi Modern”.

g)      Kondisi politik

Sejak awal abad ke 17, Perancis diperintah oleh raja-raja yang memiliki kekuasaan absolut. Kekuasaan raja tidak diatur dalam undang-undang dasar atau konstitusi dan tidak ada dewan perwakilan rakyat yang mengawasi jalannya pemerintahan. Raja dianggap memeroleh wewenang “dari atas” (Tuhan) untuk memerintah secara turun temurun.

Absolutisme Monarki

Absolutisme monarki adalah suatu bentuk pemerintahan kerajaan yang rajanya berkuasa secara mutlak dan tidak dibatasi oleh undang-undang. Dalam pemerintahan ini, nasib negara berada di tangan raja. Raja Louis XVI adalah raja yang tidak memiliki kewibawaan, tidak mampu membuat keseragaman administrasi dan bersifat depotisme serta feodalisme. Hal ini mengakibatkan banyak para pejabat pemerintahan yang melakukan penyelewengan dan ketidakadilan bagi rakyat.

h)     Kondisi ekonomi

Penyebab lain meletusnya Revolusi Perancis adalah masalah keuangan yang disebabkan oleh pengeluaran yang berlebihan oleh raja-raja Perancis pada tahun 1600-1700an. Untuk menanggulangi masalah tersebut, raja Perancis menggunakan sistem pajak kepada rakyatnya. Namun, sistem pajak yang digunakan tidak mampu memberikan keadilan bagi rakyatnya. Golongan I dan II bebas dari pajak tertentu. Sebagian borjuis yang kaya juga terbebas dari pajak dengan cara membeli surat lisensi bebas pajak, sedangkan golongan III, yakni para petani dan buruh, dikenakan semua jenis pajak antara lain pajak diri, pajak penghasilan, pajak tanah dan rumah, pajak garam, dan pajak anggur.

Sistem pajak yang buruk, berbagai pajak yang harus dibayar oleh rakyat, yaitu pajak kepada raja, kepada gereja dan kepada bangsawan. Karena banyaknya beban pajak, petani tidak memperoleh hasil lebih, akibatnya ekonomi pertanian Perancis tidak mengalami kemajuan.

Sementara itu, biaya yang terlalu besar untuk kehidupan mewah raja, permaisuri dan selir, serta biaya untuk peperangan yang melebihi pendapatan negara mengakibatkan kekacauan ekonomi. Kas negara kosong, ditambah lagi utang negara yang menumpuk, mendorong terjadinya revolusi Perancis.

i)        Kondisi sosial

Dalam masyarakat terdapat golongan-golongan yang mempunyai kedudukan sosial dan hukum yang berbeda-beda. Golongan yang satu dengan golongan lainnya mempunyai perbedaan hak, ada golongan yang mempunyai hak-hak istimewa sementara golongan lainnya sangat menderita.

Golongan petani  dan golongan pertengahan merupakan golongan yang tidak mempunyai hak-hak istimewa. Golongan pertengahan (borjuis) walaupun berpendidikan dan kaya, namun tidak mempunyai kedudukan sosial yang tinggi, tidak ikut menentukan dalam pemerintahan, tidak mempunyai hak istimewa dalam arti dibebani berbagai macam pajak. Golongan petani yang umumnya hanya merupakan petani penyewa dan buruh tani pada tanah-tanah bangsawan dibebani berbagai macam pajak yang sangat berat dan hanya sebagai budak yang dapat diperjualbelikan, hidup sangat menderita dan tertekan. Sementara itu, golongan bangsawan dan golongan ulama gereja, hidup mewah dengan pendapatan yang besar dari pemungutan pajak, dari pemberian raja-raja dan hak-hak istimewa, seperti dibebaskan dari pajak yang berat, diberi hak memungut pajak dari petani, berburu di atas tanah miliknya sekalipun tanah itu sementara digarap oleh petani. Penderitaan petani dan kekecewaan golongan borjuis atas keadaan sosial Perancis tersebut mendorong mereka menempuh jalan kekerasan untuk melakukan pembaharuan di Perancis.

j)       Kondisi budaya

Budaya hidup berfoya-foya permaisuri dan selir serta kemewahan hidup golongan bangsawan dan golongan gereja menimbulkan ketidakpuasan golongan borjuis dan petani yang kemudian memelopori Revolusi Perancis.

 

2.2. Dampak Revolusi Perancis

Semangat Revolusi Perancis dengan cepat menjalar dan membawa pengaruh yang luas dalam berbagai bidang. Akibat revolusi Perancis, baik bagi Perancis maupun bagi dunia dapat dirinci sebagai berikut :

  • Bagi Perancis

1.  Bidang politik

  1. Nasionalisme menjadi diperkuat dan mencapai puncak pada masa pemerintahan Kaisar Napoleon.
  2. Undang-Undang Dasar merupakan kekuasaan tertinggi
  3. Timbulnya pengertian republik. Mula-mula revolusi Perancis bersifat liberal (1789-1792), kemudian bersifat radikal (1792-1795). Dalam masa radikal inilah pemerintahan disusun secara republik. Pemerintahan raja dianggap dianggap kurang tepat karena secara turun temurun. Timbullah ide republik yang kepala negara dipilih oleh rakyat.
  4. Timbulnya ide tentang aksi revolusioner, yaitu penggunaan kekuatan rakyat dalam revolusi.

2.  Bidang ekonomi

  1. Kapitalisme berkembang karena yang berkuasa adalah golongan borjuis.
  2. Petani menjadi pemilik tanah, bukan lagi penyewa tanah.
  3. Penghapusan sistem pajak feodal.
  4. Penghapusan gilda dan berkembang perdagangan bebas.
  5. Timbulnya industri besar. Hal ini dimungkinkan karena Napoleon banyak memberi subsidi pada industri-industri besar.

3.  Bidang sosial

  1. Dihapuskannya feodalisme.
  2. Adanya susunan masyarakat yang baru, yakni petani, buruh, golongan pertengahan, dan kapitalis.
  3. Terciptanya bangsawan baru dalam masyarakat bukan karena keturunan, tapi karena berjasa pada negara.
  4. Pendidikan dan pengajaran yang merata untuk semua lapisan masyarakat.

 

  • Bagi Dunia

1. Bidang Politik

  1. Tersebarnya paham liberalisme ke berbagai negara di Eropa.
  2. Semboyan Revolusi Perancis “Liberte, Egalite, Fraternite” (Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan) menggema ke berbagai negara Eropa dan menjadi spirit dalam melawan raja-raja absolut.
  3. Tersebarnya paham demokrasi.
  4. Nasionalisme di Eropa timbul sebagai akibat tindakan sewenang-wenang Napoleon terhadap negara-negara Eropa yang hampir seluruhnya berhasil dikuasai.
  5. Aksi revolusioner di Perancis dalam masa revolusi ditiru oleh negara-negara Eropa lainnya.

2. Bidang Ekonomi

  1. Berkembangnya industri-industri di Eropa.
  2. Kehidupan perdagangan beralih dari daerah pantai Eropa ke pedalaman.
  3. Inggris kehilangan pasar di Eropa.

3. Bidang Sosial

  1. Penghapusan feodalisme.
  2. Pendidikan dan pengajaran yang merata untuk semua lapisan masyarakat.
  3. Code Napoleon digunakan oleh masyarakat Eropa. Belanda menerapkannya hingga tahun 1838, Jerman sampai tahun 1910. Code Napoleon besar pengaruhnya dalam hukum di negara-negara Eropa.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Revolusi Perancis adalah masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789-1799, di mana golongan demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal. Penyebab terjadinya revolusi Perancis yaitu karena berkembangnya paham rasionalisme dan aufklarung, munculnya paham romantisme, pengaruh perang kemerdekaan Amerika Serikat, ketidakadilan politik dan ekonomi, lemahnya wibawa raja Perancis, dan munculnya filsuf-filsuf pembaharu. Selain itu, sebelum terjadinya revolusi,  kondisi politik, ekonomi, sosial, dan budaya di Perancis yang tidak cukup baik juga memicu timbulnya revolusi Perancis. Adapun dampak setalah terjadinya revolusi Perancis dirasakan oleh bangsa Perancis itu sendiri dan seluruh dunia, baik dalam bidang politik, sosial, maupun ekonomi.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://chaerolriezal.blogspot.com/2013/05/sejarah-meletusnya-revolusi-perancis.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Perancis

http://smakita.net/latar-belakang-lahirnya-revolusi-prancis/

http://www.tuanguru.com/2012/07/akibat-revolusi-perancis.html

http://www.tuanguru.com/2012/06/latar-belakang-revolusi-perancis.html

jangan lupa beri komentar kawan ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s